Selamat datang di kehidupan pribadiku...

Blog ini berisi tentang pelajaran berharga yang kupelajari setiap harinya dengan berbagai interaksi dengan alam, teman, saudara, keluarga, dosen, dan yang lainnya. Semoga blog ini bisa memberikan inspirasi buat kita semua..

Senin, Juli 28, 2008

Arti Persahabatan

Dalam hidup ini kita dipisahkan oleh ruang dan waktu. Waktu ga akan bisa berhenti. Tiap saat selalu terjadi perubahan dalam tubuh kita ntah karena pengalaman, makanan, bacaan, ataupun polusi. Satu hal yang kudapat bahwa waktu sangat penting. Bahkan ada pribahasa nya bahwa “waktu adalah uang”. Mungkin ini dibuat oleh seorang filsafat kapitalis. Hahaha.

Tulisan ini tergerak karena suatu kejadian dimana dalam tiap waktu selalu ada masukan dan ada keluaran. Jika kusebut bahwa sistemnya adalah tubuh ini, maka tiap waktu ada udara masuk dan tiap waktu juga ada udara keluar. Jika tidak terjadi itu mungkin kita akan mati. Jika aq sebut bahwa sistem itu adalah persahabatan maka dalam selang waktu maka ada sahabat lama dan sahabat baru. Bahkan ada istilah yang mengatakan “datangnya sahabat baru menggantikan sahabat lama”. Dulu aq tak percaya dengan istilah ini. Tapi semakin ke sini semakin terasa.

Dulu dalam masa-masa perkuliahan ada tempat yang sangat menarik dalam perjalanan kemahasiswaan ku. SEKRE. Itu adalah sebutan buat sekre UKSU. Di ITB, itulah organisasi pertama yang kumasuki dan itulah organisasi yang membesarkan aq sampai seperti sekarang ini. Orang-orang di dalam yang mendidik aq sampe menjadi ‘Aq yg sekarang’. Dulu seniro selalu menginap di kampus. Suasana ini sangat menarik bagiku. Bercengkrama, bermain kartu, ngobrol ga jelas, diskusi dan tak lupa merokok adalah rutinitas kegiatan yang kugeluti. Bersama teman-teman Irwin, Daniel, Romi, Juli, Lindung, Toguh, Fantri, Apri, dan yang lainnya. Banyak hal yang kupelajari dari mereka. Banyak hal yang kutangkap dari pembicaraan dan diskusi t(erlepas dari bagaimana mereka setelahnya). Kenangan itu tak akan bisa kulupakan dan selalu menjadi ingatan yang manis dalam tubuhku.

Kini satu per satu sahabat pergi dan mungkin tak kan pernah kembali. Ada teman yang sudah pergi dari kampus. Ada teman yang sudah kerja. Ada teman yang hampir DO. Ada teman yang sedang mencari kerja. Dan yang lain sibuk dengan kesibukan lainnya. Mungkin sahabat telah mempunyai kehidupannya masing-masing. Ya benar, bahwa setiap individu lah yang menentukan mau kemana dan menjadi apa individu itu.

Di tempat lain dan di waktu lain, ada teman datang. Ya, teman sekerja. Mereka adalah Benny, Aris (lebih akrab dipanggil Kuman), Anca, Ivonne, Gusprian, dll. Mereka adalah teman-teman Co-Op di Telkom. Sudah 1 bulan bekerja sama dengan mereka. Pengalaman yang baru yang sedang dan akan kujalani ke depannya. Mungkin inilah jalanku. Mereka yang telah pergi digantikan dengan mereka yang datang.

Selama aq mengetik tulisan ini, aq ditemani oleh lagu Iwan Fals “Ujung aspal Pondok Gede”. Mungkin sama keresahannya dengan aq. Mungkin dia lebih menitik beratkan pada perubahan masa lalunya dengan masanya sekarang. Tentang bagaimana desanya yang berubah, sampai bagaimana persahabatannya. satu bagian lirik yang kena pada ku sampai lagu ini kuulang 5 kali yaitu:

“Di depan masjid samping rumah wakil pak lurah

Tmpat dulu kami bermain mengisi cerahnya hari

namun sebentar lagi angkuh tembok pabrik berdiri

Satu per satu sahabat pergi dan tak akan pernah kembali!!!!!!!!!!!!!!!”

Satu hal yang kutangkap dan kupelajari adalah bahwa persahabatan adalah harta yang paling berharga. Tidak dapat digantikan dengan materi. Semoga bisa selalu menjadi teman bagi semua orang.

Terakhir, Selamat jalan Sahabat. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi sobat. Semoga kalian menjadi orang besar dan sukses. J

Salam manis,

-Feri-

Tidak ada komentar: